Jay Idzes Tampil Solid saat Sassuolo Tahan AC Milan 2-2, Tembok Kokoh Indonesia di Liga Italia
Mundolocoyviral – Panggung sepak bola kasta tertinggi Italia, Serie A, kembali menjadi saksi bisu kehebatan talenta dari Indonesia. Pada lanjutan pekan ke-18 musim 2025/2026, sebuah kejutan terjadi di Stadion Mapei saat tuan rumah Sassuolo berhasil menahan imbang raksasa AC Milan dengan skor identik 2-2. Namun, sorotan utama dalam laga tersebut bukanlah para pencetak gol, melainkan sosok bek tengah tim nasional Indonesia, Jay Idzes.
Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut, Jay Idzes tampil solid saat Sassuolo tahan AC Milan 2-2. Idzes yang dipercaya tampil sejak menit awal oleh pelatih Sassuolo, menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa. Ia berdiri sebagai karang di jantung pertahanan, menghadapi gempuran pemain-pemain kelas dunia seperti Rafael Leao dan Christian Pulisic. Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan bagi Sassuolo, dan Idzes adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik satu poin krusial tersebut.
Disiplin Taktis Jay Idzes Mengawal Lini Belakang

Sassuolo menyadari bahwa melawan AC Milan membutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi. Pelatih Sassuolo menerapkan skema tiga bek sejajar, di mana Jay Idzes ditempatkan di sisi kanan pertahanan. Peran ini sangat krusial karena ia harus berhadapan langsung dengan sisi kiri AC Milan yang sangat eksplosif.
Sepanjang 90 menit, Jay Idzes menunjukkan atribut bertahan yang modern. Ia tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam membaca arah permainan (reading the game). Beberapa kali Idzes melakukan intersep penting saat umpan-umpan terobosan dari lini tengah Milan berusaha menembus kotak penalti. Ketenangan Idzes dalam menguasai bola di bawah tekanan (pressing) tinggi dari pemain lawan juga menjadi kunci Sassuolo tetap tenang dalam membangun serangan dari bawah.
Duel Udara dan Kekuatan Fisik Menghadapi Striker Milan
Salah satu momen yang membuat nama Jay Idzes tampil solid saat Sassuolo tahan AC Milan 2-2 menjadi perbincangan adalah kemampuannya memenangkan duel-duel udara. AC Milan yang mencoba mencari solusi lewat umpan-umpan silang seringkali harus gigit jari karena Idzes selalu berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola.
Berdasarkan statistik pertandingan, Idzes mencatatkan 100% kemenangan duel udara dalam laga tersebut. Ketangguhan fisiknya membuat penyerang AC Milan kesulitan mencari ruang di dalam kotak penalti. Tidak hanya itu, keberaniannya melakukan blokade terhadap tendangan-tendangan jarak jauh lawan memberikan rasa aman bagi kiper Sassuolo. Mentalitas “Bang Jay”—sapaan akrabnya di Indonesia—benar-benar teruji saat ia berkali-kali memenangkan adu fisik dengan pemain yang lebih berpengalaman di Serie A.
Menahan Agresivitas Rafael Leao di Sisi Kiri
Semua pecinta sepak bola tahu betapa berbahayanya Rafael Leao ketika memiliki ruang gerak. Namun, dalam pertandingan ini, Leao tampak frustrasi. Jay Idzes secara konsisten melakukan cover yang sangat rapat. Ia tidak membiarkan Leao melakukan dribble satu lawan satu dengan mudah.
Strategi yang diterapkan Idzes adalah menjaga jarak yang ideal; tidak terlalu dekat hingga mudah dilewati, dan tidak terlalu jauh hingga memberikan ruang tembak. Kerjasama Idzes dengan bek sayap Sassuolo membuat sisi kiri serangan Milan mati kutu. Keberhasilan Idzes meredam salah satu pemain terbaik liga ini membuktikan bahwa kualitas bek Timnas Indonesia kini telah setara dengan standar elit Eropa.
Peran Idzes dalam Fase Transisi dan Distribusi Bola

Modernitas permainan Jay Idzes tidak hanya terlihat saat bertahan. Sebagai bek modern, ia sangat fasih dalam mendistribusikan bola. Dalam laga kontra AC Milan, Idzes mencatatkan akurasi operan hingga 88%. Ia sering menjadi inisiator awal serangan balik Sassuolo dengan melepaskan umpan panjang akurat ke sisi sayap.
Kemampuan distribusi ini sangat membantu Sassuolo keluar dari tekanan saat Milan melakukan high pressing. Idzes tidak panik dan jarang membuang bola secara sembarangan. Inilah yang membedakan Idzes dengan bek-bek lain; ia memiliki ketenangan khas Eropa dengan determinasi tinggi. Kehadirannya memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan Sassuolo untuk mengimbangi permainan terbuka AC Milan.
Dampak Bagi Perjalanan Karier Jay Idzes di Serie A
Performa gemilang saat melawan tim sebesar AC Milan dipastikan akan meningkatkan nilai tawar Jay Idzes di bursa transfer. Sejak bergabung dengan Sassuolo, Idzes terus menunjukkan grafik peningkatan performa yang signifikan. Media-media olahraga Italia mulai memberikan nilai tinggi (rating) untuk penampilannya, bahkan beberapa pengamat menyebutnya sebagai salah satu bek paling potensial di papan tengah Serie A musim ini.
Bagi Jay Idzes, tampil solid di laga sebesar ini adalah bukti bahwa ia layak bermain di level tertinggi. Hal ini juga menjadi pesan kuat bagi klub-klub besar lainnya bahwa ada bakat luar biasa dari Asia Tenggara yang mampu bersaing di kerasnya kompetisi Italia. Konsistensi menjadi kunci bagi Idzes jika ingin melangkah ke klub yang lebih besar di masa depan.
Inspirasi Besar Bagi Timnas Indonesia

Keberhasilan Jay Idzes tampil solid saat Sassuolo tahan AC Milan 2-2 tentu menjadi berita bahagia bagi pendukung Timnas Indonesia. Idzes membawa mentalitas juara dan pengalaman bermain melawan pemain-pemain terbaik dunia ke dalam skuad Garuda. Hal ini sangat penting menjelang kualifikasi Piala Dunia dan turnamen internasional lainnya.
Idzes menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia lainnya bahwa bermain di liga top Eropa bukanlah sebuah mimpi yang mustahil. Dengan kerja keras, disiplin, dan adaptasi taktik yang baik, pemain Indonesia mampu berbicara banyak. Keberadaannya di Serie A meningkatkan martabat sepak bola Indonesia di mata dunia dan memberikan kepercayaan diri kolektif bagi skuad asuhan Shin Tae-yong.
Pujian dari Pelatih dan Rekan Setim
Pasca-pertandingan, pelatih Sassuolo memberikan pujian khusus kepada lini pertahanannya, terutama Jay Idzes. Ia menyebut Idzes sebagai pemain yang sangat patuh taktik dan memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan meskipun bukan kapten utama. Rekan-rekan setimnya pun merasa lebih percaya diri saat mengetahui Idzes berada di belakang untuk mengamankan area.
Keharmonisan dan komunikasi yang dibangun Idzes dengan rekan setimnya terlihat jelas sepanjang laga. Ia sering memberikan instruksi dan semangat, menunjukkan bahwa ia sudah sepenuhnya beradaptasi dengan budaya sepak bola Italia yang sangat mengedepankan taktik pertahanan.
Kesimpulan
Pertandingan antara Sassuolo dan AC Milan yang berakhir 2-2 akan selalu diingat sebagai momen di mana Jay Idzes tampil solid saat Sassuolo tahan AC Milan 2-2. Ia telah membuktikan diri bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan pilar penting yang mampu meredam salah satu tim paling ofensif di dunia.
Dengan usia yang masih produktif, masa depan Jay Idzes di Serie A tampak sangat cerah. Indonesia patut bangga memiliki wakil yang mampu bertarung habis-habisan di kompetisi sesulit Liga Italia. Kita semua menantikan aksi-aksi heroik selanjutnya dari Jay Idzes, sang tembok kokoh kebanggaan Nusantara.
